Jumat, 16 Januari 2015

[Meanwhile]




FASIQ – FASIQ

(Album : FASIQ. Band : FASIQ. Genre : Thrash Metal.
Realease Date : 12-12-2014. Label : Self Mind Records
)

Track List
01. Misanthropolis (4:54)
02. Globalisasi Pembunuh (5:02)
03. Belenggu Rantai Kemiskinan (2:45)
04. Cewek Matre Adalah Pelacur (5:09)
05. Neraka Jakarta (5:56)
06. Konspirasi Anjing-Anjing Laknat (5:29)
07. Bersatu Untuk Melawan (4:26)
08. Perbudakan Di Era Kemajuan Zaman (5:58)
09. Berdiri Di Atas Kaki Sendiri (4:07)
10. Rohingya (8:25)
11. Sistem Pembodohan (4:32)

Album pertama FASIQ yang juga bertitel FASIQ ini merupakan penantian panjang bagi Wira, satu-satunya personil awal yang masih setia mengusung FASIQ sebagai tempatnya menuangkan ide-ide bermusik. Sulitnya mendapatkan drummer menjadi penyebab utama tersendatnya proses perekaman lagu-lagu FASIQ yang sebenarnya telah dibuat sejak awal-awal FASIQ berdiri (dalam kurun waktu 1998 sampai 2014). Bergabungnya drummer Hunter pada tahun 2014 menjadi jalan pembuka bagi FASIQ untuk segera memasuki dapur rekaman dengan dibantu Dave sebagai additional bassist. Proses pembuatan album terbilang singkat karena materi telah dipersiapkan dengan matang sebelumnya sehingga untuk rekaman dan mastering hanya memakan waktu tidak lebih dari tiga bulan, dan pada pertengahan Desember 2014 album perdana FASIQ diluncurkan dalam format CD yang tak lama lagi akan dibuat juga dalam format kaset.

Dalam album FASIQ ini tema yang diangkat merupakan gambaran kondisi sosial dan politik di Jakarta yang mewakili kota-kota besar dan menjadi simbol dari negara Indonesia (sebagai ibukota negara) kecuali untuk track ke-10 yang menceritakan tentang pembantaian di Rohingya, hal ini tercermin juga dalam pemilihan artwork cover album yang melukiskan monas di tengah lautan api dengan sosok menyeramkan pada backgroundnya. Kekuatan lirik dari setiap lagu sangat terasa ketika mendengarkan album ini. Vokal Wira yang berat namun cukup jernih secara tepat mampu menyampaikan pesan lewat lagu yang dinyanyikannya. Permainan gitarnya yang dibalut sedikit sentuhan blues terjaga dengan baik serta membangun harmonisasi yang memberi warna berbeda pada masing-masing lagu. Ketukan drum Hunter yang berlatar belakang musisi death metal menjadi keunikan tersendiri bagi FASIQ sebagai band thrash metal. Terlihat juga kalau FASIQ berusaha memberikan porsi yang cukup seimbang untuk vokal dan instrumen lainnya karena harmonisasi memang menjadi penekanan bagi FASIQ, tidak sekedar bermusik dengan memainkan tempo yang cepat.

Member
Wira Julianto – Vocal & Guitar
Hunter Metalcore – Drum
Dave Alviorazi – Additional Bass

[Mira Amalia]













Best Indonesian Black Metal Album Revealed!

Grim Corpse recently conducted an interview with Peter V, The Director of Best Black Metal Album [BBMA]. You can now follow a couple of excerpts from the chat below!

Grim Corpse [GC] : What's the idea behind Best Black Metal Album [BBMA] project?
Peter V [PV] : The original concept behind BBMA was just as a personal project for organizing and keeping track of our collection of Black Metal albums. However, shortly after starting the project, we decided to expand and start converting it into a comprehensive database of Black Metal albums, a process which still isn't complete.

[GC] : How many people are involved in this project?
[PV] : BBMA is handled primarily by myself, although I also count with the assistance of a small number of individuals for a variety of reasons.

[GC] : How do you find those bands to compiled with?
[PV] : The first albums to added to the database were those from our own personal collections, followed by the addition of all of the remaining releases by established bands. Soon afterwards, I made it possible for users to contribute albums, both new and old, through the album contribution form on the site. This is now the primary source of new albums that are added to the database.

[GC] : What's the parameter you're using at?
[PV] : Much to some people's disappointment in the past, we do not rate albums based on their importance, influence or legendary status within Black Metal, but instead simply rate albums for what they are. The more we enjoy what we hear, the higher the rating. It's as simple as that.

Best Indonesian Black Metal Albums - BBMA Version :

Rajam - Burning Antarctica
Mummy - Counting The Death
Vallendusk - Black Clouds Gathering
Immortal Rites - Api Dari Timur
Sereignos - Tiranikhaoz
Sereignos - Dhoho Satan Attack
Impish - Warkvlt
Nosferatu - Empire of Vampire
Kantong Simayit - Sriwijaya Darkness Monster
Rajam - War Begins From Here
Bvrtan - Savvah Penderitaan
Bandoso - Semesta Paradoks
Dry - Untailan Legam
Dry - Titian Ujung Raga
Vallendusk - Vallendusk
Majestic - Doomsday
Emptys - Destroyed Holy Shine
Bvrtan - Meranaers, Nelongsoers, Nesvers
Rusuah - In The Void

[GC] : What about your expectation about this project?
[PV] : At present, due to time constraints, BBMA is in a semi-dormant state, meaning it will continue to grow very gradually. There is no specific expectation for this project at the moment, other than to continue growing.

[GC] : Why Black Metal? Is there any special reason for you?
[PV] : "Black Metal" these days is a very broad term, which can mean any one of such contrasting styles as Drudkh, Aborym, Marduk, or anything in between. It's this variety, together with the unique atmosphere that each band brings, that makes Black Metal unique and interesting.

[GC] : What's Dark Radio [Brazil] has to do with this project..?
[PV] : Our good friend Matheus H. Guerra from Belo Horizonte runs a weekly Black Metal show on Dark Radio Brazil called "War Metal". Over the last few weeks he has been featuring songs from our Top 100 Black Metal Albums list on his show. The show airs every Friday at 02:00 (CEST), with a re-run each Sunday at 16:00 (CEST).

[GC] : what is your personal message to our readers ...?
[PV] : I've noticed a lot of traffic from Indonesia in the past few weeks which shows just how many Black Metal fans are there. Thanks for your interest and support in BBMA, it is very appreciated! Also, apologies for the short answers, but I would rather keep this too short instead of too long, cheers!

For more further information :
www.bestblackmetalalbums.com
info@bestblackmetalalbums.com  [gc]






Hellcoming Laskar Infidel ov Warkvlt

Adalah wajar, jika sikap frontal dan vokal ketika menghadapi stagnansi berbalut arogansi dianggap sebagai sebuah pembangkangan. Ini, tentu saja berlaku bagi yang memiliki ketidakgenapan pola pikir. Maka adalah wajar pula, ketika berdiri di atas kaki sendiri menjadi jawaban, gema kemenangan yang hendak didengungkan para Laskar Infidel ov Wakvlt.

Poin itulah, yang menggaris-tebalkan keputusan Sigit Abaddon [vox], Abah Desecrator [guitars], Dvon Helvete [guitars], Arie Bathory [bass], Ryan Blasphemy : drums / programming, menamatkan Impish sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Warkvlt.

Ini bahkan sudah ditegaskan Abah Descerator, lewat status dijejaring sosial, yang menyatakan :

"Abah Supri (@abah Abah Desecrator ) dan 4 rekan kami - Sigit Abaddon , Arie Bathory, Rian Beton / Ryan Blasphemy / Impish Bdg dan Dvon Helvete / D'von Hellcrew per tanggal 22 Juni 2013 akan reisgn dan bukan merupakan bagian dari Impish, dan kami akan membuat band baru. Semoga Impish bisa makin maju di kemudian hari. Salut dan maju terus musik blackmetal Indonesia. Salam. [Tuesday, 11 Juni 2013, 1:57pm].

Hasilnya? Tentu saja timbul tanda tanya besar bagi penggiat dan penikmat Logam Hitam tanah air. Pasalnya, publik metal baru saja diserbu genderang publikasi track "Kemenangan Laskar Infidel" ov Impish. Belum termasuk keputusan melepas nama besar Impish yang tidak dilakukan secara perorangan, tapi melibatkan seluruh personil didalamnya.

Meski memang, bahwa ada polemik internal yang melibatkan seluruh personil Impish dengan sebuah organisasi massa di ranah skena Black Metal Bandung, sudah menjadi rahasia yang tidak lagi bisa ditutupi. Bahkan bisa dibilang, pesan tentang "pembangkangan" itu sudah lama disisipkan. Jauh sebelum tiang dengan bendera Warkvlt itu dihujamkan.

Namun begitu, Abah Descerator secara tegas menolak dikatakan "membangkang", "melawan" organisasi berikut individu didalamnya melalui sikap vokal dan frontal ex-member of Impish.

"Saya tidak pernah againts him. Yang menjadi kendala adalah pola pikir saya yang kadang too advance dibanding mereka, dan baru bisa dibuktikan 1-2 tahun kemudian," jelasnya kepada Grim Corpse beberapa waktu lalu.

Salah satu pembuktian yang dimaksud Abah adalah melalui milestone Impish. "Mulai dari album yang direkam distudio seadanya, split sama Bvrtan sampai ke full album Warkvlt. Ya itulah caranya 'ngeband', ada milestonenya dalam karya , bukan milestone dalam bentuk kaos. Nah, cara pikir sederhana ini yang tidak bisa diterima, kurang memahami adanya progress dan prosses. Pengennya jeger, langsung bagus", ucapnya lugas.

Dengan menyatakan secara terang benderang keluar dari organisasi tersebut, tentu akan ada sebagian porsi besar yang menganggap sikap itu sebagai aksi "berkhianat". Meski tidak sedikit juga yang menganggapnya sebagai sebuah "siasat", menyiasati stagnansi berbalut arogansi.

Toh, apapun itu, seperti yang dikatakan Abah, opini akan dikembalikan lagi pada publik. Seperti apa seseorang menggunakan daya kerja persepsi ketika mengolah isi dari informasi yang diterima.

Abah sendiri tidak menampik, keputusan bersama menanggalkan jubah besar Impish menjadi keputusan tersulit yang harus diambil. Apalagi, ancaman terburuk adalah terjadinya blacklist bagi Warkvlt tampil di beberapa event besutan organisasi Logam Hitam [yang konon katanya-red], merupakan organisasi berpengaruh di Bandung.

"Saya mah tidak masalah, toh kami [Warkvlt-red] masih bisa tetap perform di Bandung, 25 Agustus besok. Apalagi fanbase Impish [Warkvlt Formation] justru ada di luar kota Bandung. Yang beli merchandise Impish, banyaknya dari luar kota, jadi saya nggak ngaruh kalo mau ganti jadi kucing garong sekalipun. Yang penting karyanya ada," katanya.

"Meski Impish "diadakan" kembali oleh organisasi itu, yang pasti gitarisnya bukan saya, vokalisnya bukan Sigit, basnya bukan Ari dan drummernya bukan Rian. Dan saya tidak mau memikirkan Impish lagi kayak gimana," tegasnya.

Masih menurut Abah, ini tidak terlepas dari menumpuknya pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan mereka. Apalagi sebelum keputusan hengkang itu diambil, Impish tengah menyelesaikan next album mereka, "Occultus Diabolus". Dan "memaksa" Warkvlt untuk bekerja lebih cerdas menggarap konsep yang tidak sama dengan bendera yang mereka kibarkan sebelumnya.

Disinilah, mental mereka [Warkvlt-red] sedang dibuktikan kualitasnya. Sebab jika Impish diibaratkan sebagai bibit yang sempat ditanam dilahan yang salah, bermasalah, maka Warkvlt adalah bibit yang sedang tumbuh dan berkembang di lahan yang mereka siapkan sendiri. Yang pasti, melalui track "In The Name of Hate", dan "In Nomine Oderunt" ov Warkvlt, akan menentukan kemana dan bagaimana gaung kemenangan itu akan diraungkan para Laskar Infidel ini. [gc]




Durhaka, The Black Hearts From North

Durhaka Black Metal Band asal Manado Indonesia, adalah satu contoh kecil yang bisa kami percontohkan. Utamanya ketika bicara tentang makna totalitas, dedikasi dan edukasi atas nama regenerasi yang tidak basi. Ini jika ditilik dari bagaimana salah satu band tertua di Manado ini tetap bertahan, meski satu-persatu band beraliran Black Metal banyak yang rontok, tumbang akibat tekanan dari sejumlah aktivis Anti Pemuja Setan.

Itu mungkin sebabnya, meski sudah terjun di dunia Logam Hitam sejak 1996, band yang digawangi Leo [vocal], Heinze [guitar], Witho [guitar], Ipoy [bass], Buddy [drum] dan Aji [keyboard] baru mampu menghasilkan singles "End of the Sun" dan "Wrath" [2006] dan full-lenght album "Durhaka 2012" [self release] Desember 2011.

Namun itu bukan berarti, peredaran karya mereka hanya terbatas di lingkungan nusantara saja. Tercatat, sedikitnya ada dua negara asing yang sudah merilis ulang "Durhaka 2012". Diantaranya Depressive Illusion [Ukraina, Oktober 2012], Blackwind Production [Malaysia, Desember 2012].

Bahkan dua record label asal New Zealand [Satanica Record] dan Mexico [Satanic Record] sudah mengonfirmasikan minat mereka untuk ikut merilis "Durhaka 2012". Sementara di Indonesia sendiri, rencananya akan ditangani Air Tuhan Record, Mei 2013.

Adalah Boy Sabaoth orang dibalik cerita hebat Ksatria Logam Hitam dari Utara ini menaklukkan sejumlah negara lewat debut album mereka. Selain sebagai bukti nyata bahwa Durhaka masih bertaring, diharapkan juga, eksistensi dan dedikasi mereka mampu menjadi cemeti bagi generasi metalhead di Manado.

Mengingat, mereka masih berada dalam "pencarian" dan "pengawasan" ketat para aktivis yang menentang segala macam pernak-pernik yang terkait dengan aktivitas pemujaan setan, meski itu hanya sebatas musikalitas semata. [Saat ini, hanya ada dua band yang masih berani mengibarkan bendera Black Metal di Manado, yakni Durhaka dan Hellsing-red].

Lalu, bagaimana mereka bisa bertahan ditengah situasi yang tidak bisa dikatakan aman?

"Band Black Metal di Manado memang cuma dua, tapi teman-teman dari genre metal yang lain selalu total support! Dan Desember tahun lalu, kami bahkan membuat event Monster of Distortion, di mana band yang memainkan musik metal apapun genre dan sub-genrenya bisa tampil di gigs itu," jelasnya.

Boy juga mengatakan, situasi kondusif itu bisa tercipta sebab tidak ada sistem "senior-junior" yang kelewatan dalam movement yang mereka kerjakan. "Mungkin lebih tepat kalau yang lebih muda menghormati yang tua, yang dianggap senior, dan yang seniorpun tidak lantas jadi pongah, dan membaur dengan teman-teman yang lebih muda. No boundaries! Sebab ini untuk kemajuan sebuah band dan komunitas, yang juga harus ditunjang dengan pola pikir maju orang-orang didalamnya, termasuk personil Durhaka", ucapnya. [gc]





"Andalusia" untuk Almarhum Azz Amie - Words By Mira Amalia

Sentimental. Kata itulah yang kami tangkap ketika menghadiri gelaran launching full-lenght album "Andalusia", yang tercatat sebagai album ke-empat Restless Gothic Metal Band asal Bandung di Alcatraz Music Lounge Bandung [5/5].

Massa seperti dibiarkan tenggelam dalam ruang kesadaran, bahwa kematian bisa menjemput kapan saja. Ini sangat terasa sekali ketika event yang berbalut suasana kelam tersebut ternyata didedikasikan untuk [alm] Azz Amie, "additional guitar player on stage" Restless yang meninggal dunia 29 April kemarin karena liver.

Tidak sedikit massa yang terlihat tersentuh ketika tayang slide foto almarhum beberapa kali ditayangkan disela-sela acara.

Sayang, seremonial itu berbanding terbalik dengan kondisi set panggung juga kualitas sound yang ada. Selain kerap terdengar feed back akibat kondisi "minimalis" [kalau tidak boleh disebut tragis-red], sound out vokal juga seperti "malu-malu" keluar. Tidak jarang juga terjadi ketidakseimbangaan suara yang dihasilkan antara instrument satu dengan lainnya.

Tapi "show must goes on". Restless tetap berusaha tampil maksimal membawakan karya sesuai dengan tracklist, seperti "Bentangan Sunyi", "Langit Tak Berbatas", "Jika Waktuku" hingga "Andalusia". Restless juga tidak tampil sendiri. Mereka juga menghadirkan vokalis tamu Bobby BobRock vocalist "Hydro" dan Jopar vocalist "Saffar".[Mira\GC]




Hammersonic "Jakarta International Metal Festival", A Spin Off : The Good, The Bad and The Ugly. 
Words By : Eitaz and Mira Amalia 

Berikut adalah sejumlah catatan yang tercecer dan kami kumpulkan selama event presitisius Hammersonic "Jakarta International Metal Festival" itu di gelar di Eco Park, Ancol Jakarta [27-28\4]. Tanpa bermaksud nyinyir, namun kami merasa ceceran itu perlu kami olah sebelum akhirnya kami muntahkan, demi satu tujuan : pembelajaran untuk semua pihak yang terkait, terikat dengan lingkup metal scene tanah air. 

Hal pertama yang kami soroti adalah sejumlah "ketidakberesan" yang kami rekam selama Dani Filth of Cradle of Filth tampil sebagai band pamungkas, menuntaskan event itu. Yang paling mencolok tentu saja bagaimana sosok sekaliber Dani Filth nyaris seperti tidak mampu mengontrol emosinya ketika tampil di event tersebut. Terlebih ketika dia harus berhadapan dengan situasi yang juga sama-sama jauh dari kata "profesional". 

 Mulai dari kualitas sound yang seolah beroposisi dengan kata "wah", dengan kondisi daya listrik yang sering naik-turun. Ini tentu saja berakibat seringnya terjadi "hidup-mati" sound saat sedang digeber. Ironisnya, hal ini tidak hanya dialami Cradle of Filth, tapi juga Advent Sorrow dan Destruction. 

Yang paling kentara, adalah ketika Dani Filth dan punggawanya selesai membawakan "Funeral In Carpathia", di mana Dani Filth dengan wajah emosinya masuk ke belakang panggung dan langsung meneriakkan kata "Stupid". Entah ditujukan kepada siapa dan kenapa, tapi yang jelas, karena posisi microphone masih dalam keadaan menyala, otomatis massa yang mendengar langsung tertawa. Ironis sekali memang! 

 Dan mungkin karena merasa "dipermalukan" dengan settingan sound [yang kami anggap sebagai bagian dari ketidaksiapan dan ketidaksigapan panitia acara], beberapa kali massa "dipaksa" melihat bagaimana Dani Filth melakukan sejumlah tindakan anarkis. Mulai dari membanting stand mic, menendang sound control dan aksi lain yang kami yakin bahwa aksi itu bukan bagian dari seni pertunjukkan yang hendak disuguhkan.

 Apalagi "ketidakberesan" itupun berlanjut dengan keputusan Dani Filth dan pasukannya untuk tampil tidak sesuai setlist yang sudah terlanjur dipublikasikan. Sebuah kebiasaan yang sangat wajar terjadi jika band besar sekaliber Cradle of Filth tidak mendapat pemenuhan raiders yang sudah dikirimkan jauh-jauh hari. Belum termasuk insiden batalnya konser mereka di Singapura sebelum tampil di Indonesia. 

Dan melihat dari insiden demi insiden itulah, setidaknya ada tiga point penting yang kami catat, dan perlu kami bagikan pada siapapun, utamanya mereka yang berniat menggelar event serupa. 

 Pertama, tentu saja masalah keamanan, di mana kami melihat sangat minimnya pemberdayaan keamanan selama event berlangsung. Polisi baru difungsikan setelah maghrib dan sistem yang diterapkan juga sangat longgar. Ini tentu saja jadi peluang emas bagi massa yang nakal, yang membawa sajam ke arena yang seharusnya bebas dari hal-hal tersebut. 

 Kedua, masalah tidak tersedianya tim PMI atau yang sejenis yang seharusnya disiagakan. Sebab kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi bukan? Dan lagipula, bukankah jargon "safety first!", adalah hukum yang tidak bisa ditawar ketika menyelenggarakan sebuah hajatan? 

 Ketiga, faktor sound yang seharusnya untuk event sebesar itu minimal disediakan dua setlist sound dalam satu panggung, seperti yang pernah dilakukan panitia "Bandung Underground 2" beberapa waktu lalu, demi mengantisipasi jika sound terlalu panas dan berakibat sound out yang tidak maksimal. 

 Meski begitu, terlepas dari bocornya karet pengaman bermerek "profesionalisme", bukan berarti event tersebut termasuk dalam kategori busuk. Sebab diakui atau tidak, efek samping yang kami baca setelah perhelatan ini selesai digelar, adalah terbukanya mata dan telinga dunia akan negara bernama Indonesia. Termasuk harapan terdongkraknya kualitas dan kapasitas musisi lokal agar tidak mempermalukan diri ketika bicara ke publik internasional. Toh, tidak sedikit juga yang mengacungkan jempol, mengangkat topi tanda salut bagi keberanian panitia menggelar acara yang membuka pintu bagi lancarnya lalu-lintas karya musisi lokal kedepannya. 

Yah, akan selalu ada pro dan kontra pada setiap peristiwa. Tapi bukan itu point penting yang hendak kami garis bawahi. Namun lebih kepada "perbaikan yang seharusnya". Sebuah "pembelajaran" untuk semua pihak yang terkait, terikat dengan lingkup metal scene tanah air. 

Singkatnya, kecuali artikel ini diterjemahkan oleh orang-orang berpikir dangkal, tentu tidak akan ada kesulitan bagi Anda yang cukup cerdas menangkap maksud baik kami ketika menurunkan artikel ini. [Eitaz\Mira\GC].





...Our friend Faizal Fahmi, a professional photographer [Zoom Studios owner] has been so kind to send Grim Corpse some photos taken during the two-day event Hammersonic "Jakarta International Metal Festival"! Enjoy the show through his lens!!!...







Live Report From Hammersonic "Jakarta International Metal Festival" : Cradle of Filth, Yang Dihujat, Yang Dipuja.
Words by : Mira Amalia

Pamor Cradle Of Filth [CoF] masih belum tamat. Meski banyak penggiat dan penikmat Logam Hitam tanah air dan internasional yang melihat CoF berbalut inkonsistensi warna musik, nyatanya, Dani Filth dan punggawanya masih mampu menekuk dan melipat cibiran itu, saat didaulat sebagai band penutup ajang musik terbesar se-Asia Tenggara Hammersonic "Jakarta Metal Festival", di Eco Park, Ancol, Jakarta [28/4].

Meski begitu, penampilan CoF sempat "dinodai" dengan tingkah dan ulah penonton di barisan depan yang tidak sabar dengan melihat penampilan Dani Filth. Mereka laju saja melontarkan kata-kata yang kurang mengenakan [olok-olok] kepada crew CoF karena dinilai lambat.

Tidak cukup sampai di situ, sebagian penonton masih saja melontarkan kalimat tidak bersahabat yang ditujukan kepada Danny Filth. Bahkan ada yang sempat merequest lagu yang tidak termasuk karya CoF.

Akibatnya, Dani tampak sedikit kesal selama CoF tampil. Dia bahkan sempat memindahkan blower ke samping panggung secara kasar gara-gara salah posisi [bekas settingan Destruction yang tampil sebelum CoF, dan dinilai cukup mengganggu konsentrasi Dani].

Namun di luar "penistaan" itu, secara keseluruhan penampilan CoF sebenarnya sudah cukup membuat banyak penonton 'histeris'. Ibarat berada di medan perang, "kekacauan" yang ditimbulkan tidak tanggung-tanggung. Mungkin karena ditempatkan sebagai band penutup acara, aura ingar bingar yang dimunculkan CoF di event tersebut mampu membuat penonton larut, meledak dalam ledakan eforia. Apalagi, dalam penampilannya malam tadi, CoF tampil membawakan karya-karyanya lebih cepat dan lebih brutal dari yang terdapat di cakram digital.

Tanpa basa basi CoF menyudahi penampilannya tanpa mengatakan satu katapun, sebelum akhirnya menghilang ke belakang panggung, membiarkan drum serta amplifikasi terus menyala sehingga membuat penonton mengira akan ada penampilan lanjutan. Padahal ternyata tidak demikian. Itu adalah bagian dari performance mereka. Seolah mengatakan bahwa gema event akan tetap terdengar meski acara resmi selesai.

Sebelumnya, tercatat Advent Sorrow tampil cukup atraktif dengan membagi-bagikan CD kepada penonton. Termasuk permainan keyboard minimalisnya, yang banyak memainkan nada-nada berbunyi soundtrack video game horor. Belum termasuk kostum yang compang-camping berlumur darah seperti mayat bangkit dari kubur.

Lalu dilanjutkan penampilan Putrid Pile, yang walaupun tampil sendirian penonton tetap antusias menyimak lagu-lagu yang disajikan. Putrid pile perform tanpa membawa soudman atau crew, jadi untuk memindah-mindahkan bank lagu pada sebuah alat yang disimpan di atas amplifier ia membutuhkan sedikit waktu yang menimbulkan kekosongan.

Sementara Suckerhead tampil biasa saja, tapi tetap membuat metalhead bersemangat menyaksikannya. Apalagi diawal penampilan, sang vokalis sempat membagikan 3 buah kaos untuk penonton.

Berlanjut pada penampilan Gorod, yang sepertinya menjadi band yang paling dinanti-nanti sesudah Cradle of Filth. Mereka tampil sangat briliant dengan memadukan semua elemen musik yang tidak semua band sanggup melakukannya, ditambah body movement dari para anggotanya yang sangat 'indah'.

Jangan lupakan juga Destruction yang tak kalah menyedot antusiasme penonton. Mereka tetap tampil garang walau personilnya sudah berusia cukup lanjut. Ditengah-tengah aksinya, Marcel "Schmier" Schirmer sempat berorasi, mengatakan bahwa apapun jenis musiknya, death, thrash, black, heavy metal adalah satu keluarga.

Dan yang paling tidak kalah menggemparkan, tentu saja Cannibal Corpse. Meski sudah tiga kali tampil di Indonesia, tetap mendapat respon yang luar biasa dari para metalhead. Emosi massa seperti tumpah, tak terbendung.

Dan tidak terasa, event gila itu sudah berjalan selama dua hari. Namun kami percaya, gema event yang digadang-gadang sebagai event prestisius se-Asia Tenggara itu kelak akan menjadi barometer tersendiri bagi para penyelenggara event metal, penggiat maupun penikmatnya di tanah air.

Tentu saja kami berharap, selain dentuman kerasnya musik dan hebatnya semangat "menghitamkan" ranah musik Indonesia, ada banyak pelajaran, pembelajaran yang bisa dipetik semua pihak. [Mira\GC]





Live Report From Hammersonic "Jakarta International Metal Festival" : Power Metal, Indonesian Legendary Band Who Steal The Crowd's Heart
Words by : Mira Amalia

Tidak salah jika label Band Rock\Metal Legendaris Indonesia itu dinobatkan pada band ber-line up Ipunk [Gitar], Lucky S.W [Gitar], Babah [Bass], Sastro Adi [Keyboard, Eko Dinaya [Drum] dan tentu saja, Arul Efansyah [vokal]. Berdasarkan pengamatan Grim Corpse di Hammersonic yang digelar Sabtu malam [27\4] di Eco Park Ancol, Jakarta, Power Metal tidak hanya sukses merampok perhatian masyarakat metal lokal, tapi juga internasional. Tidak sedikit yang mengangkat topi dengan performance mereka tadi malam. Singkatnya, Power Metal adalah contoh nyata bagaimana kredibilitas dan integritas bermuara pada satu kata : dedikasi tanpa ampun.

Tumbuh, besar dan meraksasa di panggung-panggung festival rock Indonesia, tidak cukup bagi formasi awal Power Metal untuk berhenti sampai di titik itu. Maka berbekal tekad dan niat besar untuk menaklukkan festival rock terbesar "Log Zhelebour" di era 89-an, Power Metal berhasil membuktikan kualitasnya, sekaligus menjadikan sejarah kemenangan itu menjadi cikal bakal perjalanan karir mereka. Dari event itulah, pintu menembus dapur rekaman terbuka lebar.

Dengan formasi Arul Efansyah [vokal], Ipunk [gitar], Prass Haddy [bas], Raymond Ariasz [keyboard], dan Mugix Adam [drum], Power Metal berhasil merampungkan album perdananya "Power One" [1991], yang dirilis dibawah bendera Logiss Records. Lewat debut albumnya ini, Power Metal langsung melesat ke putaran orbit grup rock papan atas dan mendapat sambutan hebat dari rockers Indonesia. Lewat album inilah, sejumlah hits seperti "Angkara", "Satu Jiwa", "Pengakuan", "Malapetaka" dan "Bayangan Dirimu", mendongkrak popularitas mereka.

Kesuksesan album ini membuat Power Metal diganjar penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik di ajang BASF Awards 1991, dengan angka penjualan kaset di atas 300 ribu kopi. Sebuah angka penjualan yang cukup fantastik untuk sebuah grup rock beraliran heavy metal. Sementara grup rock yang bisa menembus angka itu baru God Bless, lewat album Semut Hitam [1989].

Singkatnya, perjalanan panjang dan berliku grup band yang mengalami bongkar pasang formasi hingga tujuh kali ini, adalah proses pematangan, peleburan visi dan misi atas nama totalitas. Di ajang festival musik terbesar di Asia Tenggara tadi malam, Power Metal jelas berhasil mengukuhkan diri sebagai band heavy metal legendaris yang karya-karya tidak akan mati meski satu-persatu grup band rock sesudah era mereka gugur, tamat.

Selain performance "edan" yang disuguhkan Power Metal, Grim Corpse juga mencatat lautan emosi yang sempat mengalami pasang surut. Ini terjadi ketika massa menangkap gejala "tidak beres" saat sound out tidak keluar dengan maksimal, ketika giliran Dying Fetus tampil. Meski demikian, tanpa digawangi MC, secara konstan, tanpa jeda juga tanpa ampun, Voyager, Epica, Ethereal dan barisan band lainnya menggila, mengajak massa yang haus tampilan musik berkualitas ikut ber-head bang di area panggung "Hammer" dan "Sonic".

Sayangnya, event metal terbaik itu tidak cukup memanjakan faktor kenyamanan massa. Mulai dari tidak adanya ketersediaan sanitasi yang bersih dan memadai, hingga mahalnya harga makanan dan minuman ringan yang dipatok di angka Rp 10.000 [di dalam venue]. Termasuk sedikitnya booth stand merchandise yang seharusnya bisa digarap maksimal.

Namun begitu, rasa tidak nyaman atas minimnya fasilitas umum itu, rasanya tidak cukup kronis jika dibandingkan dengan rasa haus massa akan event musik berkualitas. Semua seolah terbayar lunas dan tuntas, ketika di penghujung acara Obituary tanpa ampun menggerinda ribuan massa yang membludak di event terbesar se-Asia Tenggara tersebut. [Mira\GC





 "At the end of 2012, Indonesian Black Metal receive a surprise gift from the release of "The Rising Hymns". A project that we agreed as Best Compilation album ever recorded in the history of Black Metal Indonesia.


Without any propaganda bombardment at the beginning, the album that released by Orion Records able to speak through its quality, through of a million people of Black Metal's dream. While each is busy with a dream to raise the degree of musicality IBM, the soloist is involved in the cultivation of BM in it, quietly move in silence realizing that dream. Action speaks well my friends!

Here's an interview we conducted with the producers of "The Rising Hymns" Aziz Acev several times ago. We're hoping you learn something from it!

GRIMCORPSE [GC]: What do you mean with "First in Indonesia" is?
ACEV AZIZ [AA]: "Is split's concept album from Indonesian Black Metal soloist. There are five soloists that been involved in this project who play music with different characters but not far away from Metal, Gothic, and Orchestral. I think this is the first time Indonesian Metal Scene ever did with that concepts.
estral. This is the first time in Indonesia especially in the metal scene. "

[GC]: Is the concept was contrived "minus one"?
[AA]: "The concept was contrived minus one, the goal is that people can judge for themselves what's in this music. Due today many bands who claim to musical concepts such as "xxx black metal", but when the vocal section removed and observed, it has similarity with to Malay's style. So this album in principle let the music speak its self, and let people judge the musical concepts that offered."

[GC]: So what's with the idea? Who is involved? How long does it take from idea to production?
[AA]: "I was going to make a solo project 'Malice in Wonderland', but when I started recording, I've come up with the idea to make a compilation or a split album soloist, as it turns out among my friends there are some materials that have not been released. So I change the idea and gathered five soloist which is actually a personnel of some black metal and gothic bands.

There are only five people in this project. Henry, Adi Ramdan, Dice and Dadi, and me. And it takes only about a month [from November till its release on Desember 12th] when we cultivating this project. The purpose of this project is to experiment in terms of musicality per individual."

[GC]: What's the big challenge in the making of this album? How you solve \ respond it?
[AA]: "No, there's no problem at all in this project, everything went smoothly. Because each one carries the name inidvidu, so all the cultivation of the material, recording, mixing processed by a single head. Unlike with the band, a lot of ideas, a lot of differences, many desires, etc, ".

[GC]: So far, how's the response of BM's public and Metal on general?
[AA]: "Since the distribution of the album is still running and the gradual, yet the overall conclusion can be drawn. It can be delivered from the response of the elders in Bandung Black Metal, it is characterized by two bands old BM (class of 90 - an), have contacted us for assistance arrangements and scoring their next album,. And also from our distribution through many online orders (we have not analyzed further on this subject).

But it's interesting fact that we have received many good responds from outside Metal Community. There are a few reviews from rock musicians and music composer mainstream have been give their attention and speak well by giving their opinion with the details on its album musicality. So that they themselves can conclude what's with this album, just from hearing the music itself".

[GC]: Is there any intention to held the tour? And is there any foreign state record label interested in to produced the album?

[AA]: "There is no tour for this album, because after this release, the soloist return to their respective work on the next album. It seems like the year 2013 will be many bands BM & Ghotic the release of the album. And so far, we still have no news about it, but there is individual of the USA who are interested in our music and have a plan to played the album on several radio in the USA and Canada (but not for metal music program).

[GC]: For you personally as the producer of this album, what do you expect? What message do you insert through the release of this album?
[AA]: "As a producer, I wish people (not just from Metal Community) could enjoy work that we've served, and hopefully BM & Gothic's scene in Indonesia is more advanced on its quality especially musicality, so will not be underestimated again. If we're bring out the good music, I'm sure people will give it a respect ". [GC]





War Black Metal, Ketika Perang Adalah Hidup dan Mati itu Sendiri

Sebagai sempalan genre Logam Hitam (Black Metal), War Black Metal sebenarnya tidak sedang mengajak Anda untuk mengacungkang kapak, pedang, lengkap dengan aura peperangan ala Viking dan Celtic. And if you thought that what black metal really needed was more violins, flutes and Celtic bagpipes, then this is your lucky day, warriors!

Dari tema yang diangkat, nyata tersingkap bahwa War Black Metal mengangkat tema peperangan. “Apakah cerita perang itu sendiri seperti Marduk mengeksploitasi invasi Jerman ke Polandia dan negara tetangga dalam tema album Panzer Division, atau Bestial Warlust lewat Vengeance War Till Death, di mana di album ini terdengar konsep awal musik War Black Metal dengan sound yang lebih raw dan lirik yang lebih berani, terutama menggambarkan kondisi peperangan itu sendiri,” jelas Abah Suprianto of Impish Bandung.

Abah mengatakan, War Black Metal sebenarnya merupakan salah satu turunan atau pengembangan dari 2nd wave of Black Metal. “Intinya, dalam membawa tema perang ke dalam musik, yang harus dikedepankan adalah tempo yang cepat, bahasa yang kasar, sound gitar kering, intro lagu dengan dentuman meriam, beradunya pedang, apapun yang mencerminkan ciri utama dalam sub-genre musik ini,” paparnya dalam sebuah diskusi terbuka di salah satu situs jejaring sosial.

Abah menambahkan, sebagai pendengar, agaknya harus sedikit cermat ketika mencoba memahami War Black Metal. Karena yang ditakutkan, pengertian War Black Metal bisa tertukar dengan tema-tema peperangan lainnya di genre Metal, yang tentu saja, lebih luas cakupan pembahasannya.

“Untuk referensi bisa saya rekomendasikan beberapa album dari sejumlah band seperti Archgoat-Angelcunt,  Impiety - Kaos Kommand 696, Sarcofagus – INRI, Blasphemy - Fallen Angel of Doom, Beherit - Drawing down the moon, Conqueror - War Cult Supremacy, Revenge - Triumph, Genocide, Antichrist,” tambahnya.

Sementara Eitaz of Nosferatu Jogjakarta menjelaskan, War Black Metal sangat bisa diuraikan lewat lirik, di mana lewat tumpah ruahnya kata dan kalimat, sub-genre apapun dalam Black Metal seperti War Black Metal, Pagan, ataupun Vampiric bisa dicermati.

Eitaz mengatakan, tidak menutup kemungkinan jika dalam sebuah karya yang disajikan, terdapat beat yang pelan, yang bisa saja merupakan kontradiksi dari pemahaman yang selama ini berkembang. Ini bisa saja terjadi, jika tema yang diangkat dilihat dari sudut pandang korban peperangan.

“Tergantung sisi perang mana yang diangkat, nuansa seperti apa yang diciptakan, sesuai atau tidak dengan lirik yang dituliskan. Karena jika dikupas banyak sudut pandang dan nuansa yg bisa diangkat dalam musik yang bertemakan perang, sebenarnya banyak sekali variasi yang bisa diciptakan,” katanya.

Lebih jauh Eitaz menegaskan, sebenarnya sudah tidak ada yang tabu lagi dalam pakem Black Metal (untuk semua genre-red), jika saja para musisi Black Metal sungguh-sungguh menyadari, bahwa Black Metal adalah representasi kebebasan berkarya, bukan sekedar definisi, persis seperti apa yang disampaikan Ihsahn of Emperor.

“Sama seperti halnya dulu, ketika adanya keyboard atau piano dianggap tabu oleh sebagian besar musisi Black Metal pada awalnya. Tapi seiring berjalannya waktu, hal itu bisa diterima sejauh bisa disesuaikan dengan tema yang dibawakan dan nuansa gelap yang di citrakan dalam konseptual Black Metal sendiri,” paparnya.

Namun sebenarnya, terlepas dari bagaimana para musisi Black Metal mencampur racikan dalam genre yang diangkat, semuanya jelas kembali pada visi-misi pribadi masing-masing personil yang terlibat didalamnya. Sebab, rasanya percuma jika hanya berakhir menjadi propaganda tanpa makna, tanpa aksi nyata.

Paling tidak, selain secara konseptual memang terbilang matang dan layak untuk tidak pertentangkan, karya yang dihasilkan juga mampu dijadikan pelatuk bagi musisi lainnya untuk lebih bertanggung-jawab dengan mengeluarkan sejumlah karya yang bisa dipertanggungjawabkan, dan tidak memalukan.

Ini jelas penting, bukan hanya demi kredibilitas dan integritas penggiat War Black Metal sendiri, namun juga demi kelangsungan genre yang konon katanya terpinggirkan ditanahnya sendiri. Sebab jika ini tentang perang, maka tegaskanlah dalam karya, bahwa perang yang sesungguhnya bukan sekedar tentang hidup ATAU mati, melainkan tentang hidup DAN mati itu sendiri. [r/forum]



Ihsahn of Emperor :

Black Metal Adalah Representasi Kebebasan Berkarya, Bukan Sekedar Definisi!

Dua tahun lalu, Ihsahn sempat mengeluarkan pernyataan, bahwa awam seperti dikultuskan untuk melihat Black Metal hanya terbatas pada kulit, definisi. Termasuk pada hal “boleh” dan “tidak boleh” dilakukan dalam Black Metal.

“Ini jelas bertentangan dengan apa yang saya yakini. Sebab bagi saya, Black Metal adalah representasi sebuah ide kebebasan dalam bermusik. Jika terlalu banyak aturan, sudah jelas itu bukan Black Metal lagi,” katanya, ketika merilis “After” dua tahun lalu.

Namun, jika pernyataan itu dikaitkan dengan “bagaimana menjadi Black Metal sejati”, Ihsahn menegaskan, bahwa hal tersebut sangat bersifat subyektif. Terlebih, tidak ada satupun individu di muka bumi ini yang memiliki manual tentang seperti apa Black Metal dan yang melenceng.

Yang seperti itu, menurut lelaki bernama asli Vegard Sverre Tveitan, Black Metal hanya sampai pada tataran label, penamaan sebuah genre musik, dan tidak penting untuk diperdebatkan.

“Black Metal adalah masalah rasa. Apa yang saya rasakan, dan bagaimana saya mengekspresikannya, no one else's business. Saya tidak mendatangi acara yang besar hanya untuk mendapatkan pengakuan, bahwa musik saya seperti ini, atau seperti itu. Ini hanya masalah sudut pandang. dan bagi saya, Black Metal lebih dari itu,” katanya.

“ Saya tidak peduli dengan apa yang mereka (Black Metal People-red) katakan dan yang mereka lakukan, juga apa yang mereka pikirkan dan akar ideologi yang mereka ikuti. Kalau saya merasa bahwa musik yang dengar bernyawa Black Metal, ya Black Metal,” lanjutnya.

Ihsahn juga menyampaikan ketidakpeduliannya terhadap anggapan orang-orang (termasuk dari kalangan Black Metal) ketika karya yang diciptakannya tidak bernafaskan Black Metal. “Jika mereka mengatakan bahwa musik saya bukan Black Metal hanya karena saya memasukkan unsur saxophone dan itu bertentangan dengan apa yang mereka yakini, kenapa saya harus peduli?,” tegasnya.

“Jika saya harus menyebutkan satu lagu dalam sejarah karir saya di dunia Black Metal, dan yang paling merepresentasikan esensi dari Black Metal, saya memilih The Grave (dari album Eremita) untuk menjawab semua pertanyaan di atas,” lanjutnya.

Eremita adalah album terbaru Ihsahn setelah mengeluarkan trilogi ‘The Adversary’ (2006), ‘angL’ (2008) dan ‘After’ (2010). Dalam sebuah wawancara di salah satu radio metal, Ihsahn sempat menyebutkan bahwa Eremita adalah album terbaik yang pernah dia ciptakan.

“Saya merasa lebih percaya diri dengan album ini (Eremita). Saya seperti memiliki kontrol lebih untuk menembus sejauh mana saya membawa album ini. Termasuk hal apa saja yang saya gali dari pengaruh musik di awal-awal karir saya,” katanya.

“Ketika mendengarkan album ini (Eremita), saya merasa bahwa album ini memiliki kedalaman makna yang lebih dibandingkan dengan karya-karya saya sebelumnya. Ini bukan berarti saya tidak puas dengan hasil terdahulu, namun di album inilah, saya merasa sudah cukup dekat dengan tujuan saya bermusik,” paparnya.

Namun Ihsahn menolak keras jika karya-karyanya dianggap “spin off”, sempalan karya sementara di luar nama Emperor.

“Saya hanya ingin membuat sesuatu yang solid untuk diri saya sendiri, yang hanya bisa berdiri tegak dengan baik jika hanya berdiri di atas dua kaki saya sendiri. Saya juga tidak ingin terlibat dalam sebuah event hanya memainkan satu atau dua album karya saya sendiri, dan menghabiskan sisa waktu yang ada dengan memainkan karya-karya Emperor. I didn't want this to be a spin-off of EMPEROR. I wanted this to be something real!,” tegasnya.

Penasaran seperti apa karya yang dianggap Ihsahn sebagai karya paling Black Metal dalam sejarah karirnya? Silahkan klik link di bawah ini. [r]







“Sacrum Profanum” Jawaban Nergal ov Behemoth atas Leukimia.

Didera leukimia, tidak membuat seorang Adam "Nergal" Darski berhenti berkarya. Gitar-vokal Behemoth ini justru sedang mempersiapkan peluncuran buku pertamanya "Sacrum Profanum" yang akan dirilis Oktober 2012. Rencananya, buku ini akan dirilis dalam Bahasa Polandia. Namun tidak menutup kemungkinan "Sacrum Profanum" akan diluncurkan ke dalam Bahasa Inggris.

Nergal juga berencana menggandeng Produser asal Polandia Grupa 13 untuk menggarap trailer promosi buku yang digambarkan Nergal sebagai "hasil wawancara yang panjang dan mendalam. Grupa 13 sebelumnya pernah mengadakan kerjasama dengan Behemoth dalam pengerjaan video klip "At The Left Hand Ov God" dan "Ov Fire And The Void".

"We're shooting some trailers to support it," Nergal told Terrorizer magazine. "The episodes will be little portraits of certain chapters of the book," kata Nergal.

Dalam kesempatan lain Nergal juga menyatakan, Behemoth juga berenana kembali memasuki studio recording untuk menyelesaikan album berikutnya. "The next BEHEMOTH album is coming out next year; that's for sure. I just can't say if it's before or after summer, but we [will] start working [on it] intensively this summer," jelasnya.

Sebelumnya, Nergal sempat menjalani prosedur transpalansi tulang setelah didiagnosa mengidap leukimia Desember 2010 lalu.[r]



BARGE TO HELL: The World's Most Extreme Metal Cruise!

"Are you not in the mood for a quiet holiday season? Then consider this: On December 3rd, 40 of the most extreme Metal Bands and 2,000 headbangers from around the world will go to the Caribbean to take over a luxury cruise ship for a 5 day and 4 night trip to the undead!"

Demikian headline yang tercantum dalam situs jasa penyedia pelayaran mewah "Barge To Hell". Para pengelola kapal ini, telah menjadwalkan sebuah perjalanan lima hari penuh menuju Pulau Karibia.

Bukan hanya destinasi wisatanya saja yang menjadi nilai jual pelayaran tersebut. Sebab Anda juga berkesempatan duduk dan bertemu muka langsung dengan musisi metal kaliber dunia, sembari menikmati panorama laut yang terbentang di depan mata Anda.

Ya, kapal ini menghadirkan event metal terekstrem dan pertama kali di dunia, dengan menghadirkan 40 metal band dalam satu panggung selama perjalanan dari Miami, Florida menuju Karibia.

Tidak ada penjagaan ketat, tidak perlu menggunakan kartu pengenal untuk bisa berada di backstage menemui deretan musisi tersebut.

"For the entire trip it's like everyone has a backstage pass and you can mingle side-by-side with the Artists in this incredibly fan-friendly scenario that has no comparison," demikian pernyataan resmi yang dilansir dari situs www.bargetohell.com

Hingga berita ini diturunkan, 26 grup dari 40 metal band, dinyatakan resmi turut berpartisipasi dalam pelayaran tersebut.

Dengan mematok harga 289 dolar per kepala, para penumpang dijanjikan bebas berinteraksi dengan deretan band pengisi event tersebut. Diantaranya At The Gates, Enslaved, Behemoth, Hypocrisy, Moonspell, Sepultura, SIx Feet Under, Sodom, Soilwork, Crisiun. Tertarik? [r]



Mari Bicara Lewat Teknologi Audio!

""Radio IS the best branding media and with Internet radio you get two media channels not just one - radio and the Internet."" - Linda Mackenzie,  radio host dan President of Creative Health & Spirit on Healthlife.net

Internet radio, adalah layanan audio yang ditransmisikan  menggunakan Internet sebagai koneksi ke radio. Internet radio tidak sama dengan radio konvensional yang disiarkan menggunakan pemancar di lokasi tetap. Dan juga terbatas pada sinyal pada jarak tertentu. Internet Radio tidak memiliki keterbatasan ini.
Selain menang dalam hal jangkauan, internet radio juga memiliki kelebihan dengan memperbaharui daftar stasiun internet radio, yang diurutkan berdasarkan negara atau genre musik yang Anda minati. Singkatnya, Anda dengan mudah bisa menemukan stasiun yang Anda inginkan.
Dan sama seperti radio konvensional yang bersifat lokal, siaran yang diputar internet radio berlangsung secara “live”. Jika internet radio menyediakan layanan streaming yang bersifat langsung, maka tidak dengan podcasting yang lebih banyak merangkum tiap acara dalam bentuk file yang bisa diunduh.
Baik internet radio, maupun podcasting, layanan keduanya bisa diakses dari mana saja. Anda bisa dengan mudah mendengarkan beberapa jaringan besar seperti CBS Radio dan Citadel Broadcasting di Amerika, atau Chrysallis di Inggris.
Sementara podcast, Anda bisa menyebutnya sebagai “miniatur” internet radio. Teknologi ini memungkinkan setiap orang untuk membuat sendiri acara radio yang bisa diunggah di internet, dan dapat diunduh oleh pendengar yang tertarik dengan acara yang dikemas.
Salah satu keuntungan terbesar dari podcast, adalah rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan sebuah program acara. Anda dapat memilih menggunakan layanan gratis di web yang menyediakan layanan pembuatan podcast, atau mendirikan studio di rumah Anda sendiri.
Hanya dengan menempatkan file audio online di website Anda, dan memberitahukan pengguna internet melalui jejaring sosial, atau apapun yang bisa Anda lakukan untuk mempromosikan acara Anda, ditambah dengan sentuhan broadband yang berkelas, maka saat fie audio Anda diputar pengguna, Anda telah mendapatkan efek yang sama besarnya dengan internet radio.
Podcasting, sangat kami sarankan bagi Anda yang memiliki band, dan berkeinginan “melibatkan” masyarakat melalui musik Anda. Melalui podcasting, Anda akan sangat dimungkinkan untuk mengadakan interaksi dua arah, melalui program audio yang Anda ciptakan untuk menjangkau lebih banyak lagi pendengar. Ini juga berlaku bagi Anda yang bergerak di jalur bisnis merchandising, event organizer, dan apapun yang berafiliasi dengan musik.
Podcast, di beberapa negara sudah dijadikan lahan bisnis yang menguntukan. Salah satunya, Evolution Rock Metal Podcast. Program yang digagas Lord Maligunus sejak 2007 lalu di Guatemala Meksiko. Melalui salah satu sub-programnya “Southeast Asia Podcast”, Lord Malignus berhasil memperkenalkan Evolution Rock Metal Podcast ke dararan Asia Tenggara.
Lord Malignus, penemu, penggagas, sekaligus pencipta brand Evolution Rock Metal Podcast secara khusus mengatakan, tidak pernah membayangkan bahwa animo musisi musik ekstrem di Asia Tenggara sangat besar. Ini terbukti dari panjangnya daftar grup band yang tertarik untuk terlibat, dan berdampak dengan tingginya apresiasi media online kelas internasional untuk membantu menyebarkan program yang dikemas.
Ini sejalan dengan apa yang dikatakan pakar radio asal Amerika Linda Mackenzie yang mengungkapkan, sukses atau tidaknya program yang Anda ciptakan, sangat tergantung pada kecerdasan Anda merangkul pendengar, dan juga keahlian Anda dalam memasarkan dan mempromosikan program yang Anda ciptakan.
Namun demikian, Mackenzie juga mengingatkan, meski isi dari program acara sangat penting, tapi Anda juga tidak bisa menganggap enteng kualitas audio yang disiarkan. Seperti yang dikatakan Mackenzie, kualitas audio yang baik adalah faktor yang harus Anda perhatikan, untuk menjangkau ketertarikan pendengar pada program Anda. [r]

Bathory - Hammerheart
(Black Mark Prod. 1990)
Full leght album pertama Bathory dengan konsep epic/viking/folk or whatever you name it. Sebenarnya di album "Blood Fire Death" (1998), sudah mulai mengarah ke konsep epic whatever. Cuma baru secara keseluruhan, dan mulai meninggalkan oldschool black'n roll/thrash 'Venom Worshiper' di album ini. 7 track yang akan membuka jalan bagi band-band generasi mendatang (90-00's) untuk membawakan genre serupa. This is the pioneer. Clean vocal, accoustic guitar, epic atmosphere started here. Nobody does it in the 80's except Bathory! So raise your arms and hails the pioneer! (M.O.T.F)

The Kalevala : The Epic Poem From Finland
by John Martin Crawford
Buku setebal 337 halaman ini membuat kumpulan puisi yang dibuat penyair asal daratan Eropa. Dengan mempelajari prosa dan sanjak bangsa Finlandia kuno, dari tataran bahasa, sosial, kehidupan keagamaan, setidaknya anda mengerti, kenapa Finlandia disebut sebagai bangsa pertama Eropa yang memengaruhi banyak negara, termasuk Asia. Sedikit gambaran. Finlandia (Finnish, Suomi / Suomenmaa, wilayah berpaya-paya) dengan segala keunikannya, memengaruhi perkembangan Gothic dan bangsa Islandia, termasuk Pagan Metal. Kalau anda ingin menyimak wainamoinens Sowing, Umarinens, Lemminkainens Lament, dan karya indah lainya, pastikan buku ini ada dalam daftar wajib baca bulan ini.[r]

Black Sabbath - TYR
(IRT Recording ltd.1990)
Mungkin kalian heran mengapa Black Sabbath masuk dalam review ini. Kenapa milih album ini? Menurut saya, di album ke 15 ini, Tony Iommi-guitar, Cozy Power-drums, Tony Martin-vocals, Meil Murray-bass, Geoff Nicholls-keyboards, mewakili generasi 'famous'70an. Yang secara lyrical concept, mengangkat tradisi viking/pagan/folketc ke dalam frame music heavy metal/hard rock mereka. They sing 'bout valhalla, odin, and the great battle of tyr! It's more of an conceptual idea than a genre. And consequently, the band tend to be "wildly different" fromone another. Keyboard dan accoustic guitar menciptakan armosphere epic di track 'The Battle Of Tyr' dan 'Odin's Court'. Atmosphere yang ditawarkan, memang lebih terasa di album ini dibandingkan album sebelumnya "Headless Cross" (1989). So, mungkin akan membantu (mungkin juga tidak), alam menjabarkan definisi 'Pagan Metal' dalam artian secara luas. Terserah kalian akan mendefinisikan dengan persepsi kalian yang bagaimana. Stay Heavy! (M.O.T.F)

Pagan metal: A Documentary - Bill Zebub
Sepanjang sejarah, Pagan Metal : A Metal Documentary, bisa jadi merupakan pionir dokumenter khusus padan metal. Uniknya, album ini dibuat oleh Bill Zebub yang notabene berkebangsaan Amerika. Sementara pagan metal lahir dan tumbuh di Eropa. Beberapa dengan dokumenter sejenis lainya, dokumenter karya Zebub tidak banyak mengulas rekam jejak pagan metal secara historikal. Selama dua jam anda diajak menggali isi kepala para pionir pagan metal, macam Finntroll, Ensiferum, Primordial, Leaves Eyes, Turisas, Tyr dan Korpiklaani. Simply googling down the DVD, or click www.billzebub.com [r]


: For Your Lust :
Cukup banyak sebenarnya band yang berkiblat di jalur pagan metal. Tapi tidak ada salahnya anda menambah koleksi wajib dengar bulan ini dengan pilihan kami tawarkan. Diantaranya Ensiferum "From Afar", Arkona "Goi, Rode,Goi!", Tyr "By The Light Of Northen Star" Wolfchant "Determined Damnation", Korpiklaani "Karkelo", dan Eluveitie "The Arcane Dominion" happy w(a)rshipping gods![r]

0 komentar:

Posting Komentar